Inovasi Pembuatan Makanan Tambahan dari Sorgum Guna Mencegah Stunting

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Rosalia Windi Prada
Yohana Fransiska Medho
Veronika I. A Boro

Abstract

Kualitas gizi menjadi penentu pertumbuhan balita. Pemenuhan kualitas pangan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti sorgum. Sorgum merupakan serealia sumber karbohidrat sehingga menjadi alternatif yang dapat dikembangkan untuk bisa menghasilkan variasi pangan yang lebih inovatif dengan ide pembuatan kue kering khas meksiko atau dikenal dengan churros. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai upaya percepatan untuk menuju desa bebas stunting. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan melalui media power point dan video edukatif. Tahapan pada kegiatan pengabdian ini terdiri dari 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Mekanisme pelaksanaan kegiatan ini adalah pengerjaana pre-test dan post-test, pemberian materi, Kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung (demo menu) pembuatan makanan tambahan churros berbasis sorgum. Hasil kegiatan ini dapat menjadi satu referensi baru yang menambah pemahaman orang tua mengenai inovasi kuliner dan mampu memberdayakan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Selain itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pentingnya pangan lokal dan kualitas gizi bagi pertumbuhan balita. Dengan demikian, diharapkan tercipta kesadaran yang lebih kuat akan potensi pangan lokal seperti sorgum, serta dampak positifnya terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

  1. Mulyawanti I, Dewandari KT, Syamsuri P. The potential of sorghum for wheat substitution in diversification perspective of processed products. Jurnal Analis Kebijakan [Internet]. 2023 Jul 10;6(2):115–23. Available from: https://doi.org/10.37145/jak.v6i2.553
  2. Novia R. Karakteristik Organoleptik dari Pengembangan Produk Brownies Dengan Substitusi Tepung Oncom Hitam Dan Sorgum Untuk Balita Gizi Kurang. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) [Internet]. 2022 Sep 25;3(2). Available from: https://doi.org/10.57084/jigzi.v3i2.1042
  3. Nuroddin H, Rosanto KH, Wicaksono D, Saeroji A, Setiyadi N. Inovasi Pembuatan Makanan Tambahan dari Daun Kelor Guna Mencegah Stunting. Jurnal Bina Desa [Internet]. 2023 Feb 22;4(3):369–74. Available from: https://doi.org/10.15294/jbd.v4i3.39339
  4. Ramadhani FN, Djuwarno EN, Yusuf NAR. Upaya Peningkatan Status Gizi Anak sebagai Pencegahan Stunting di Desa Mongiilo Utara Bone Bolango. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi?: Pharmacare Society [Internet]. 2022 Dec 30;1(3):85–91. Available from: https://doi.org/10.37905/phar.soc.v1i3.18286
  5. Rusilanti, Riska N. EDUKASI GIZI YANG SEHAT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN BENDA BARU KECAMATAN PAMULANG TANGERANG SELATAN. Sarwahita?: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat [Internet]. 2021 Jul 12;18(01):11–27. Available from: https://doi.org/10.21009/sarwahita.181.2
  6. Rahmat M, Priawantiputri W, Pusparini P. COOKIES BAYAM DAN TEPUNG SORGUM KAYA AKAN ZAT BESI SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN UNTUK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung [Internet]. 2020 Oct 30;12(2):245–54. Available from: https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v12i2.1775
  7. Julita J, Marwan A, Anggraini D, Vianto IM, Isnaini I, Lestari LM, et al. Upaya Pencegahan Stunting dengan Pemanfaatan Singkong sebagai Sumber Pangan Lokal. Comsep [Internet]. 2023 Jan 28;4(2):178–82. Available from: https://doi.org/10.54951/comsep.v4i2.349