Pengawetan Jenazah dalam Kurikulum D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kabupaten Dairi

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Asan Petrus
Mega Sari Sitorus
Melvin N.G.B
Azzahra Wiana Kartika Siregar
Reza Wahyudi
Imelda Melvani Sitompul
Sistiandra Agung Annaufal
Angel Feng
Sabila Tobiyah Nasution

Abstract

Suku Batak memiliki budaya yaitu jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia maka harus dilakukan upacara pemakaman. Upacara pemakaman ini membutuhkan waktu beberapa hari, sehingga menjadi suatu kebutuhan jenazah yang meninggal perlu diawetkan. Tujuannya adalah agar selama upacara berlangsung tidak tetrganggu oleh adanya aroma yang tidak sedap karena proses pembusukan. Proses pengawetan jenazah ini seringkali dilakukan oleh tenaga kesehatan yang dimintakan oleh masyarakat dalam merupakan perawat atau bidan yang ada di desa tersebut. Dalam proses pengawetan jenazah oleh tenaga keperawatan seringkali menimbulkan ketidakpuasan bagi anggota keluarga, namun hingga saat ini masalah tersebut belum dapat diselesaikan. Pengawetan jenazah sebenarnya adalah kompetensi dokter ahli forensik, namun hal tersebut belum terpenuhi dalam 50 tahun kedepan untuk melakukan pengawetan jenazah di tengah masyarakat. Oleh karena itu kami berharap bagaimana supaya tenaga medis dalam hal ini perawat dan bidan mampu melakukan pengawetan jenazah dengan baik sehingga dipandang perlu supaya materi pengawetan jenazah ada dalam kurikulum pendidikan keperawatan dan kebidanan agar permasalahan (ketidakpuasan masyarakat) diatas dapat teratasi dalam waktu 3-4 tahun kedepan. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu pemberian pemahaman kepada institusi pendidikan dan dinas terkait tentang kebutuhan masyarakat adanya pelayanan kesehatan terutama pengawetan jenazah. Selanjutnya, pemberian materi (mata kuliah) pengawetan jenazah dalam kurikulum pendidikan keperawatan di Poltekkes Kemenkes sebagai muatan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Kegiatan PKM ini menghasikan berupa meningkatnya pemahaman peserta tentang pengawetan jenazah dan pentingnya pengawetan jenazah dalam kurikulum pendidikan D-III Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kabupaten Dairi

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

  1. Nugroho, H.W, Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. 2012, Edisi ke 3. Jakarta: EGC
  2. Kozier, Erb, Fundamental of nursing: Concept, Process and Practice, 2008, California: Addison-Wesley Publishing Company, Inc
  3. Simbolon I, Limbong A. Perawatan Setelah Kematian Dalam Budaya Suku Batak Toba: Studi Etnografi. Nutrix Journal [Internet]. 2022 Oct 30;6(2):40. Available from: https://doi.org/10.37771/nj.vol6.iss2.862
  4. Badan Pusat Statistik. (2010). “Kewarganegaraan Suku Bangsa Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" diakses pada pada tanggal 15 Maret 2023.
  5. Susanti R. Transportasi Jenazah dan Aspek Medikolegal. Jurnal Kesehatan Andalas [Internet]. 2015 May 1;4(2). Available from: https://doi.org/10.25077/jka.v4i2.307
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/425/2020 Tentang Standar Profesi Bidan.
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/425/2020 Tentang Standar Profesi Perawat.
  8. Butar-Butar GM. KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN DALAM PERJANJIAN LAMA DAN KEYAKINAN BATAK TOBA. Jurnal Teologi Cultivation [Internet]. 2019 Jul 14;3(1):10–8. Available from: https://doi.org/10.46965/jtc.v3i1.248